Diarsipkan di bawah: Hidup
insan merdeka!,
Tak seorang manusia pun, hidup tanpa masalah. Tapi ada hal yang membuat mereka saling berbeda. Yakni perbedaan pilihan ’sikap’ dan ‘tanggapan’ yang diambilnya pada saat masalah-masalah itu datang.
Bagi ‘insan merdeka’, masalah bukanlah masalah. Karena dia yakin bahwa setiap masalah pasti mengandung banyak hikmah, disamping tiap masalah itu sudah pasti disertai dengan jalan keluar oleh Sang Pencipta. Semua, semata ‘pelajaran’ berharga yang akan membuat diri kita kian ‘dewasa’.
Pada saat yang lain merasa putus-asa, insan merdeka -sebaliknya- malah punya prinsip utama KM-MK: Kagak Mau Mati Kutu. Prinsip dasar yang membuatnya terus belajar dan bertanya: setelah ini…. akan ada apa lagi? Sehingga ia tak pernah berkutat pada ‘mengapa semua ini terjadi’ tapi pada ‘bagaimana semua ini dapat diatasi’?
Diarsipkan di bawah: Hidup
insan merdeka!,
Saat paling menyenangkan bagi kita -para pencari nafkah-, bila tiba waktu untuk pulang. Kerja keras seharian, tak pernah benar-benar terasa. Kepenatan pun hilang seketika saat di depan pintu rumah kita menyambut dua bola mata dengan binar ceria. Pelukan kerinduan, wujud ketulusan kasih sayang, menghangatkan hati. Senyum dan tawa ‘buah hati’ kita tersayang, adalah karunia tak ternilai yang sulit dilukis dengan kata. ‘Ayah datang… ayah pulang…!’, seruan berulang ditingkah lonjak girang, terasa merdu di telinga kita. Sungguh hanya Tuhan yang mampu menciptakan suka-cita macam begini. Kekuatan ekspresi sejati ‘makhluk-makhluk kecil’ tanpa dosa itu, senantiasa menjalarkan desir hangat memacu spirit, kembali pulihkan puncak semangat.
Ori ekspresi buah hati kita adalah pelipur segala lara. Laksana resep alami yang tak mengandung bahan kimia, sama sekali tak mengandung efek samping negatif bagi kita.
Ori ekspresi, masihkah kita juga punya? Tanpa ‘muatan lain’ selain apa yang tampak saja di depan mata? Ataukah waktu dan peristiwa telah mengubah semuanya? Hingga hati berbeda dengan mulut dan mata?
