insan merdeka


PRESS TV – Sangkakala Keruntuhan Dominasi Media Barat
Selasa, 3 Juli 2007, 5:30
Diarsipkan di bawah: Terlahir

press-tv.jpg

Lawan Dominansi Media BaratIran Luncurkan Televisi Satelit Press TV

Televisi satelit berbahasa Inggris itu mulai dioperasikan sejak Senin (2/7) dan pendiriannya disponsori oleh televisi nasional Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting. Tujuan pendirian stasiun televisi yang berbasis di Teheran itu adalah untuk memperluas jaringan pemirsa televisi Iran di seluruh dunia, seiring dengan makin menguatnya tekanan-tekanan yang dilancarkan AS terhadap Negeri Para Mullah itu.

“Press TV lahir berdasarkan kebutuhan untuk melawan cengkeraman global media-media Barat, ” demikian Press TV seperti tertulis dalam situs mereka http://www.presstv.ir

Kehadiran Press TV akan menyaingi keberadaan televisi berbahasa Inggris lainnya seperti Al-Jazeera International yang berbasis di Qatar, BBC dan CNN. Beberapa pejabat Press TV mengatakan bahwa stasiun televisi ini akan mengudara 24 jam, berita-berita akan di up-date setiap setengah jam dan fokusnya pemberitaannya adalah perkembangan di Timur Tengah dan Amerika Serikat.

“Press TV ingin memberikan perspektif baru bagi para pemirsanya di seluruh dunia, ” kata Muhammad Sarafraz, deputi direktur bidang internasional, seperti dilansir kantor berita Mehr.

Situs Press TV menyebutkan, ada sekitar 400 staff yang bekerja di stasiun televisi tesebut ditambah 26 reporter di berbagai negara, antara lain di Washington, New York, London, Beirut dan Damaskus.

Dalam acara peresmian hari Senin kemarin, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad di hadapan ratusan kru Press TV mengatakan, televisi ini “selayaknya berada di sisi warga dunia yang tertindas. “

“Menyiarkan kebenaran dengan segera, memberikan analisa-analisa yang tajam serta membeberkan persekongkolan jaringan-jaringan media propaganda para musuh adalah sebagian tugas kalian, ” kata Ahmadinejad seperti disiarkan kantor berita Iran, IRNA. (ln/InternationalHeraldTribune) [Sumber : EraMuslim OnLine]

Iran launches 24-hour Press TV channel
Mon, 02 Jul 2007 20:20:20
  man-presstv-on1.jpg

Press TV was officially inaugurated on Monday July 2 by President Mahmoud Ahmadinejad.

The English-language Press TV news channel has been launched in the presence of President Mahmoud Ahmadinejad and some top officials.

In a ceremony to mark the launch, he said the 24-hour  channel had a duty “to reveal what goes on behind the scenes of the propaganda news networks of mankind’s enemies.” Ahmadinejad said the channel should stand “beside the oppressed nations of the world but not make news up in their favor.”

“The media are used by the domineering powers to occupy lands and people’s hearts,” he said, promising that the new channel would “stand by the oppressed.” The ceremony was also attended by president of the Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), Ezzatollah Zarghami and deputy president of the IRIB in World Service, Mohammad Sarafraz.The channel’s website has already received millions of hits.

HS/IS    [Sumber : PressTV OnLine]

 Tandingi CNN, Iran Luncurkan PRESS TV

Rabu, 27 Juni 2007,

TEHERAN – Iran, tampaknya, benar-benar tidak tahan dengan dominasi Barat di berbagai bidang. Untuk memerangi dominasi mereka di bidang media, televisi pemerintah Iran mulai mengembangkan sayap ke Eropa. Pekan depan, stasiun PRESS TV mulai menyiarkan berita berbahasa Inggris selama 24 jam dari kantor pusatnya di Teheran.

Dengan dukungan staf lokal dan tenaga asing, PRESS TV berupaya keras menandingi program-program berita CNN (Amerika Serikat) dan BBC World (Inggris). “Saat ini, tayangan berita banyak didominasi media Barat. Karena itu, kami juga ingin menunjukkan suara kami,” ujar Nader Rad, kepala program tayangan langsung PRESS TV, kemarin.

Selain untuk menunjukkan kemampuan Iran dalam media, menurut Rad, PRESS TV hadir sebagai penyeimbang dan jembatan keragaman budaya. “Mereka (media Barat) tidak terbiasa menampilkan berita secara utuh. Berita tentang Iraq tidak mencakup segenap perspektif yang ada. Demikian juga berita tentang Palestina dan Beirut,” terang Rad.

Selain warga Iran, PRESS TV mempekerjakan jurnalis Inggris dan Amerika. Rad mengatakan, PRESS TV memiliki sejumlah jurnalis yang ditempatkan di beberapa kota besar di luar negeri. “Mereka berada di Washington, New York, London, Beirut, dan Damaskus. Dalam waktu dekat, kami juga akan menempatkan staf kami di Baghdad dan Kairo,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rad mengatakan bahwa selain buletin berita, PRESS TV akan menayangkan talk show dan film-film dokumenter. Beberapa di antaranya sengaja dibeli dari media asing. “PRESS TV adalah stasiun milik pemerintah, tapi tidak dikelola pemerintah. Karena itu, kami memiliki panduan tersendiri dalam menayangkan program-program kami,” kata Rad tanpa merinci lebih detail soal kebijakan editorial PRESS TV.

(rtr/hep) [Sumber : JawaPos Online]