Diarsipkan di bawah: insan merdeka
insan merdeka!,
Alhamdulillah, hari ini benar-benar adalah hari baru. Cuaca cerah, matahari terang sinarnya. Sungguh pagi hari yang segar, tenang tanpa ada bising deru angin. Awan putih kebiruan naungi bumi hijau tempatku berpijak. Burung-burung sawah yang terbang ceria berkejaran, dengan kicaunya sesekali hinggap di tepian jendela kaca, dengan tingkah polah alaminya, terasa menambah makna hidup menjadi ‘lebih hidup’.
Padahal tadi malam, cuaca boleh dikata tak bersahabat. Hujan deras disertai angin ribut, kilat dan guntur bersahut pekakkan telinga, gemetarkan hati. Ditambah listrik yang padam, klop lah sudah!.
Aku coba bertafakkur. Kata orang, tafakkur sejenak, bak ibadah sekian tahun. Semoga saja kudapat berkah itu. Tapi begitulah, saat kita bertafakkur, berpikir, merenung, ‘membaca’ segala apa yang ada di sekeliling kita, di luar, -terlebih lagi- yang di ‘dalam diri’, walau sejenak akan mampu membuat kita menjadi ‘diri baru’, ada beda dengan sebelumnya. Pun seperti itu pula nampaknya, dengan apa yang terjadi padaku sejak semalam, hingga pagi ini, saat dapat kurasakan kehadiran hari baru. Hari yang tak pernah sama dengan hari manapun sepanjang waktu.
Pagi ini kurasa, betapa Allah bukan hanya ‘harus’ disembah, tapi lebih tepatnya ‘pantas’ untuk disembah. Dia satu-satunya yang Maha Mampu Membalik Keadaan dalam sekejap. Dari gelap ke terang. Dari rasa takut ke aman.
No Comments Yet sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>